Sebelum
ini kita sudab bentangkan contoh-contoh penggunaan nama "Allah'
yang salah di dalam Alkitab dan penulisan-penulisan yang lain. KIni
kita menjawab persoalan, "Adakah penggunaan nama Allah yang
betul dalam Alkitab?"
Berikut
merupakan beberapa contoh penggunaan nama "Allah" yang
tidaklah salah (walaupun masih boleh diperincikan) :
PERTAMA
"Sesudah
ahli-ahli nujum itu pergi, malaikat Allah datang kepada Yusuf dalam
mimpi. Malaikat itu berkata, "Bangunlah. Bawalah Anak itu
(*Jesus)
dan
ibu-Nya, dan segeralah melarikan diri ke Mesir. Herodes akan mencari
Anak itu karena mau dibunuhnya. Jangan kembali dari Mesir sampai aku
memberitahukannya kepadamu."
(Matius
2: 13
- Perjanjian Baru WBTC)
Kalimat
"malaikat Allah" itu tidaklah
salah
penggunaannya.
(*Dari
sudut yang lain, cara penulisan "Anak" itu tidak sesuai
dengan tempatnya. Perjanjian Baru WBTC dan Alkitab Terjemahan Baru
sengaja meletakkan huruf besar pada "Anak" (Jesus) kerana
mahu menunjukkan bahawa Jesus itu Tuhan. Padahal huruf besar itu
tidak ada dalam Alkitab Terjemahan Lama, Alkitab Shellabear, Alkitab
Klinkert,
Alkitab Baba, dan Alktab Leydekker. Dalam Bible berbahasa Inggeris
seperti Message Bible, Authorised Version, Bible in Basic English,
Philips New Testament, God's Word Translation, Webster Version, dan
NET Bible, semuanya dihurufkecilkan. Sepatutnya
"Anak" itu ditulis "anak" sahaja.
Mengapa
sampai perlu diubahsuai?)
KEDUA
"Lalu
Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya (*Yohanes/Yahya): "Biarlah
hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan
(*memenuhi)
seluruh kehendak Allah."
Dan
Yohanespun menuruti-Nya."
(Matius
3:15 - Alkitab Terjemahan Baru)
Mereka
sedang berusaha untuk memenuhi kehendak Allah. Maka penggunan nama
"Allah" di situ tidaklah salah.
(*Dari
sudut
yang lain, penggunaan huruf besar pada "Nya" adalah
bertujuan untuk menunjukkan KeTuhanan Jesus. Padahal dalam Alkitab
Baba, Alkitab Klinkert, Alkitab Leydekker, Alkitab Ende, Authorised
Version Bible, Philips New Testament, Webster Version, God's Word
Translation dan NET Bible, semuanya menggunakan
huruf kecil)
KETIGA
"Lalu
kata Yesus kepadanya, "Nyahlah engkau dari sini, hai Iblis,
karena telah tersurat: Hendaklah engkau menyembah Allah Tuhanmu, dan
beribadat hanya kepada-Nya sahaja." (Matius
4:10 - Alkitab Terjemahan Lama)
Jesus
mengingatkan Iblis agar berabdi kepada Allah sahaja. Penggunaan nama
"Allah" di situ tidaklah salah, kerana Jesus tidak
mengingatkan
Iblis agar berabdi kepada Jesus, berabdi kepada Roh Kudus, berabdi
kepada "kami", atau
berabdi kepada yang lain-lain.
Jesus
tidak mengatakan :
"Hendaklah
engkau menyembah aku dan beribadat kepadaku sahaja."
"Hendaklah
engkau menyembah kami dan beribadat kepada kami sahaja."
Ayat
yang sama juga
dalam Alkitab lain
:
"Pergi
kau, Iblis," kata Yesus. "Kitab Suci menyatakan, 'Yang
harus disembah hanyalah Tuhan Allah. Hanya Dialah yang harus
ditaati.'"
(Firman Allah Yang Hidup)
Yang
mesti disembah HANYALAH
Allah. Betullah.
Bukannya yang mesti disembah hanyalah Jesus, aku, atau kami.
HANYA Allah yang mesti ditaati.
"Lalu
sabda Isa kepadanya, "Pergilah, hai Iblis! Karena telah
tersurat, 'Sembahlah Allah, Tuhanmu, dan hanya kepada-Nya sajalah
kamu harus beribadah!' "
(Kitab
Suci Injil)
Sembahlah
Allah iaitu Tuhan sebenar, dan HANYA
kepada Allah SAHAJA
kamu mesti berabdi. Betullah.
Bukannya sembahlah Jesus, aku atau kami.
Bukannya berabdi kepada selain Allah
seperti berabdi
kepada Jesus.
"Lalu
kata 'Isa kepadanya, "Pergilah engkau, hai setan; karena telah
tersurat, "Sembahlah Allah Tuhanmu, maka kepadanya sahaja
hendaklah engkau berbuat 'ibadat."
(Alkitab
Shellabear)
Sembahlah
Allah iaitu Tuhan, dan hanya kepada Allah segala pengabdian.
"Habis
itu, Isa kata sama dia, "Pergi-lah deri sini, hei Setan: kerna
ada tersurat, 'Smbah-lah sama Allah, angkau punya Tuhan, dan chuma
sama dia saja buat smbahyang.'"
(Alkitab
Baba)
Sembahlah
Allah dan CUMA KEPADA ALLAH SAHAJA penyembahan.
"Maka
berkatalah Jesus kepadanja: Enjahlah, hai setan, karena ada tersurat:
engkau harus menjembah Tuhanmu Allah dan mengabdi hanja kepada Dia."
(Alkitab Ende)
Mesti
menyembah Allah dan berabdi kepada Allah sahaja.
Bukannya meyembah dan berabdi kepada Jesus, aku atau kami.
KEEMPAT
"Sesudah
Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil
Allah."
(Markus 1:14 - Alkitab Terjemahan Baru)
Jesus
pergi ke Galilea untuk menceritakan (mendakwahkan) tentang Injil
Allah.
Tidaklah
salah penggunaannya.
Begitu juga dalam Alkitab Terjemahan Lama, Kitab Suci Injil, Alkitab
Baba, dan
Alkitab
Shellabear.
Penggunaan nama "Allah" di situ tidaklah salah.
(*Dari
sudut yang lain, ketika ini kelihatan
sudah ada kitab Injil, iaitu sebuah buku yang berisi wahyu-wahyu yang
diterima oleh Jesus. Sebab
itulah dalam
pelbagai versi Alkitab, dia
mengatakan bahawa dia mahu memberitakan, mengkhabarkan, memasyhurkan,
mengajarkan, atau
memaklumkan
Injil.
Injil itu tentunya dalam bahasa Aram (Aramaic). Itulah Injil Allah
kepada Jesus yang asal, bukannya Injil menurut Matius, Injil menurut
Markus, Injil menurut, Lukas, Iniil
menurut Yohanes,
atau Injil menurutt
orang selain Jesus.
Kesemua
"Injil-Injil menurut seseorang" itu ditulis kemudian
daripada Injil yang
asli. Ke
manakah perginya Injil Allah kepada Jesus itu?)
KELIMA
"Maka
jawab Yesus kepadanya, "Hukum yang terutama inilah: Dengarlah
olehmu, hai Israel, adapun Allah Tuhan kita, Ialah Tuhan yang Esa."
(Marks 12:29 - Alkitab Terjemahan Lama)
Jesus
mengatakan bahawa Allah ialah Tuhan kepada dirinya dan Tuhan kepada
seluruh orang Israil. Menurut Jesus lagi, Allah ialah Tuhan Yang ESA
(satu-satunya Tuhan).
Allah
tidak bercampur dengan yang lain. Sekiranya Allah
ada bercampur atau bersekutu
dengan yang lain, maka tiadalah keesaan-Nya.
Jesus
juga tidak berkata "Akulah Tuhanmu" atau "Akulah Tuhan
kita" atau "Kamilah Tuhanmu" atau "Kamilah Tuhan
kita". Pengunaan
nama "Allah" dalam ayat di
atas tadi
tidaklah salah.
Begitu
juga dengan ayat yang sama dalam versi Alkitab yang lain :
"Sabda
Isa kepadanya, "Perintah yang terutama ialah, 'Dengarlah hai
orang Israil, Allah, Tuhan kita, adalah Tuhan Yang Maha Esa."
(Kitab Suci Injil)
"Maka
jawab Isa, "Yainilah yang terutama, 'Bahwa dengarkanlah olehmu,
hai Israil, adapun Allah Tuhan kita yaitu Tuhan yang esa."
(Alkitab Shellabear)
"Isa
jawab, "Hukum yang nombor satu, ini-lah: 'Dngar-lah, hei
Isra'el; Tuhan kita Allah, dia-lah satu saja Tuhan."
(Alkitab
Baba)
Dan
lebih kurang sama juga dalam Alkitab Klinkert dan Alkitab Ende.
KEENAM
"Lalu
kata ahli Taurat itu kepada-Nya
(*kepada Jesus),
"Ya Guru
(*iaitu Jesus),
amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada
yang lain, melainkan Allah."
(Markus 12:32 - Alkitab Terjemahan Lama)
Jesus
mengatakan bahawa Allah ITU Esa, tiada yang lain melainkan Allah.
Tidak salah penggunaan nama Allah dalam ayat ini.
Dalam
ayat ini, Jesus dipangil sebagai guru, bukan Allah, bukan Tuhan.
Perkataan "ITU" menunjukkan bahawa Jesus tidaklah termasuk
sekali bersekutu dengan Allah. Jelasnya Jesus bukan Allah, dan Allah
bukan Jesus.
Cuba
teliti betul-betul kata-kata Jesus (ayat yang sama) dalam versi
Alkitab yang lain :
"Kemudian
kata ahli Kitab Suci Taurat itu kepada-Nya, "Benar, ya Guru.
Engkau men-jawab dengan jujur bahwa Allah itu Esa dan tidak ada yang
lain selain Allah."
(KItab Suci Injil)
"Maka
kata katib ini kepadanya, "Sebenarnya Guru sudah berkata betul,
bahwa Allah esa adanya; dan tiada yang lain melainkan Allah."
(Alkitab Shellabear)
Begitu
juga lebih kurang bunyinya ayat
yang sama dalam
Alkitab Klinkert dan Alkitab Leydekker.
KETUJUH
"Dalam
bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah
kota di Galilea bernama Nazaret."
(Lukas 1:26 - Alkitab Terjemahan Baru)
Begitu
juga lebih
kurang bunyinya ayat yang sama dalam
banyak versi Alkitab yang lain. Penggunaannya tidak salah.
KELAPAN
"Tiba-tiba
malaikat itu disertai oleh sejumlah besar malaikat, yaitu bala
tentara surga, yang menyanyi memuji-muji Allah."
(Lukas 2:13)
Begitu
juga dalam banyak Alkitab lain.
KESEMBILAN
"Maka
jawabnya serta berkata, "Hendaklah engkau mengasihi Allah
Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan
dengan segala kuatmu, dan dengan sepenuh akal budimu, dan sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri."
(Lukas
10:27 - Alkitab Terjemahan Lama
Seiras
juga dalam beberapa Alkitab lain.
KESEPULUH
"Datanglah
seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes
(*Yahya)."
(Yohanes 1:6)
Ayat
yang sama dalam Alkitab lain berbunyi
: "Allah
mengutus Yohanes Pembaptis untuk meyakinkan orang bahwa Yesus Kristus
adalah Terang yang sejati."
(Firman Allah Yang Hidup)
Dikatakan
Allah mengutus Yohanes. Benar penggunannya. Tujuannya untuk
meyakinkan orang bahawa
Jesus adalah terang (*nur) yang sejati,
bukannya untuk meyakinkan orang bahawa Jesus ialah Allah atau Allah
ialah Jesus.
Benar juga.
Begitu
juga dalam Alkitab2 lain.
KESEBELAS
"Isa
jawab dan kata sama dia-orang, "Ini-lah perbuatan Allah, ia'itu
kamu smoa perchaya sama dia
(*Jesus)
yang Allah sudah hantarkan."
(Yohanes 6:29)
Pengunaan
nama Allah tidak salah di sini. Begitu
juga ayat yang sama dalam beberapa Alkitab lain.
(*Dari
satu sudut, jelas di sana bahawa Jesus bukan Allah dan Allah bukan
Jesus. Jesus tidak mengatakan "inilah perbuatan aku" atau
"inilah perbuatan kami". Jesus juga mengakui bahawa dirinya
dihantar atau diutus oleh Allah. Maksudnya oleh pihak lain. Dia tidak
katakan yang dirinya dihantar oleh dirinya, tetapi dihantar oleh
Allah)
KEDUA
BELAS
Kata
Jesus :"Janganlah
gelisah hatimu, percayalah kepada Allah dan percayalah juga
kepada-Ku."
(Yohanes
20:1 - Kitab Suci Injil)
Pengunaan
nama Allah di sini tidaklah salah.
(*Dari
sudut yang lain, Jelas juga Jesus bukan Allah dan Allah bukan Jesus.
Dia tidak katakan "percayalah kepada
Allah
iaitu aku" atau "percayalah kepada Allah iaitu
kami")
Ayat
yang lebih kurang sama juga dalam banyak versi Alkitab yang lain.
PENUTUP
Kita
sudah contohkan beberapa ayat daripada keempat-empat Injil/ Gospel
iaitu Inijil menurut
Matius, Injil menurut Markus, Injil menurut Lukas, dan Injil menuurt
Yohanes.
Memang
ada penggunaan nama Allah yang tidak salah tetapi... jika kesemua
nama Allah diletakkan pada tempat yang betul dalam Alkitab, akan
sangat jelaslah bahawa
Allah bukan Jesus dan Jesus bukan Allah, Tuhan bukan Jesus dan Jesus
bukan Tuhan, kerana kedua-duanya saling berbeza.
Mungkin
hal inilah yang cuba dielakkan oleh pihak-pihak tertentu.
Sila
baca kesemua artikel saya berkaitan hal ini sebagaimana
link-link yang diberikan di bawah nanti
untuk menampakkan kaitannya dan mendapat pemahaman semaksima mungkin.
Abu
Zulfiqar Al-Amsyari
23
Mac 2021
Sejak
isu penggunaan nama Allah naik kembali pada bulan Mac 2021 ini, ada
beberapa artikel yng saya tulis (susunannya mengikut tarikh) :
Perbezaan
Antara Allah dan Jesus (11 Mac 2021)
https://alexanderwathern.blogspot.com/2021/03/perbezaan-antara-allah-dan-yesus.html
Apa
Itu Alkitab (13 Mac 2021)
https://alexanderwathern.blogspot.com/2021/03/apa-itu-alkitab.html
Nabi
Isa Menggunakan Bahasa Apa? (13 Mac 2021)
https://alexanderwathern.blogspot.com/2021/03/nabi-isa-menggunakan-bahasa-apa.html
Bahasa
Yang Digunakan oleh Jesus Pula (14 Mac 2021)
https://alexanderwathern.blogspot.com/2021/03/bahasa-yang-digunakan-oleh-jesus-pula.html
Banyaknya
Versi Alkitab di Nusantara (14 Mac 2021)
https://alexanderwathern.blogspot.com/2021/03/banyaknya-versi-alkitab-di-nusantara.html
Penggunaan
Nama Allah yang Ada Masalah dalam Alkitab (14 Mac 2021)
https://alexanderwathern.blogspot.com/2021/03/pengunaan-nama-allah-yang-ada-masalah.html
Nama
Allah dalam Alkitab dan Tulisan2 Lain (17 Mac 2021)
http://alexanderwathern.blogspot.com/2021/03/nama-allah-dalam-alkitab-dan-tulisan2.html
Lagi
Tentang Penggunaan Nama Allah (19 Mac 2021)
http://alexanderwathern.blogspot.com/2021/03/lagi-tentang-penggunaan-nama-allah.html
Selain
itu, terdapat juga beberapa artikel lama karangan saya yang sangat
berkaitan :
Menjawab
Dr. Asri - Isu "Allah" (28 Mei 2009)
http://alexanderwathern.blogspot.com/2009/05/menjawab-dr-asri-isu-allah.html
Pluralisme
Aqidah Tertolak (Oktober 2011)
http://alexanderwathern.blogspot.com/2011/11/pluralisme-aqidah-tertolak.html